Senin, 15 Februari 2010

Beginilah Cara Toyota Mengatasi "Recall"

KOMPAS.com — Berita Toyota melakukan recall di Amerika Serikat menghebohkan dunia otomotif. Pasalnya, jumlah kendaraan yang harus menerima recall mencapai jutaan unit. Menurut Toyota, jumlahnya mencapai 2,3 juta unit.

Namun, dengan tindakan Toyota menunda beberapa produk barunya, efek berita tersebut bak balon yang terus ditiup. Terakhir, menurut CNN yang dikutip oleh banyak kantor berita dan media internasional, recall global Toyota bisa mencapai 5,3 juta unit. Kamis lalu diberitakan bahwa di China, Toyota juga menarik 75.500 SUV. Problemnya, pedal gas tidak bisa kembali ke posisi semula (stasioner).

Pedal gas "nyangkut"

Pedal gas atau akselerator tak banyak dilirik pemilik mobil karena harus membungkuk untuk melihatnya. Padahal, inilah bagian kendaraan yang paling sering disentuh selama mobil meluncur. Pedal gaslah yang menentukan mobil meluncur dengan cepat atau lambat.

Pada mobil masa kini, pedal gas tidak lagi menggunakan penghubung berupa kabel besar ke “throttle body” atau katup gas di mesin. Dengan sistem drive by wire (DBW), pedal dilengkapi kabel listrik biasa yang dihubungkan ke komputer mesin. Selanjutnya komputerlah yang mengatur atau mengontrol “throttle body” yang digerakkan melalui stepper motor.

Untuk memberi “rasa” kepada pengemudi saat menekan pedal gas plus agar gas bisa bergerak lebih rata ketika dibebaskan, maka mekanisme penggerak diberi penahan atau gesekan, mirip dengan kerja rem. Karena itu pula, ada yang menyebut bagian ini dengan istilah "sepatu gesek".

Nah, pada mobil yang ditarik Toyota, komponen penggesek atau yang menahan pedal gas justru dianggap sebagai sumber masalah. Pada bagian atau kondisi tersebut, penahan dan mekanisme pedal terlalu rapat. Akibatnya, pedal gas tidak bisa kembali ke posisi semula.

Kalau sudah begini, pengemudi harus menggunakan rem yang juga mengakibatkan rem cepat aus dan tentu saja makin membahayakan.

Dalam kampanye recall ini, Toyota juga memberi tahu tindakan darurat bila pedal gas menyangkut. Mereka menyarankan untuk menggunakan rem, tetapi tidak boleh dikocok. Pasalnya, vakum yang membantu kerja sedang tidak bekerja.

Berbagai faktor

Kesimpulan Toyota terhadap pedal menyangkut juga belum bisa dipastikan. Dugaan sementara, itu terjadi karena materi penahan, keausan, dan kondisi lingkungan. Hal ini bisa dimaklumi karena masalah terjadi setelah mobil digunakan beberapa lama dan tidak dalam kondisi masih baru.

Tindakan yang dilakukan Toyota saat ini adalah, setiap kendaraan yang ditarik, mekanisme pedal gasnya diganti. Pada pedal gas baru ditambahkan penguat dengan menggunakan potongan baja yang diselipkan antara mekanisme pedal gas dan penahan. Dengan cara ini, insinyur Toyota mengatakan bahwa gesekan dari penahan bisa dikurangi. Pedal gas pun bisa kembali ke posisi awalnya dengan lancar.

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/02/02/1039071/beginilah.cara.toyota.mengatasi.recall.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar