Senin, 15 Februari 2010

Toyota Yaris Bertenaga Greddy


Sungguh beruntung Andry Wijaya dari RD Technology ini. Dirinya diserahi tugas oleh PT Greddy Indonesia, distributor aksesori berikut peranti pendongkrak tenaga mesin, untuk memakainya. Kesempatan emas ini tak disia-siakan Andry dengan memakai Toyota Yaris E 2008.

Dimulai dari dapur pacu, boleh dibilang ia hampir tidak mengalami kesulitan. Karena, tipe mesin Yaris 1NZ-FE juga dipakai pada Toyota dB. Jadi, untuk mengetahui informasinya, bila nggak ngerti yang bahasa Jepang bisa cari versi yang beredar di Amerika.

Dari data informasi, spek turbo yang dipakai bertipe TD025 dengan ukuran intake 38 mm dan exhaust 37 mm. Ketika dilakukan pemasangan, perlu ditata ulang. Pasalnya, kompartemen Toyota dB lebih luas. Karena sempit, mau tak mau pipa berdiameter 60 mm dari turbo ke intercooler harus disunat 5 cm. Sebaliknya, dari turbo ke sistem pembuangan dipangkas 7cm.

Selain pipa, saringan udara (air filter) juga harus ditata ulang. Perlu diubah juga lantaran sistem dari Greddy open air, sedang tipe standarnya menghadap ke fire wall yang menyedot udara dingin. Solusinya ditemukan dengan posisinya ke belakang lampu depan kiri. Kalau air filter Greddy dipasang mengikuti rancangan standar Yaris yang menghadap ke fire wall, menurut Andry akan tersedot udara panas dari mesin. Akibatnya, karena yang disedot udara panas yang masuk ke ruang bakar, airflow jadi kurang bagus buat tenaga alias mesin jadi boyo.

Greddy tak cuma menyodorkan perangkat pendongkrak tenaga. Termasuk juga penghenti laju (rem) 6 spot berikut suspensi kit, oil catch tank, busi, oil pen, manifold. Sedang pada interior, Greddy menyerahkan indikator dan remote switching system.

Untuk eksterior, Greddy memang belum tersedia dan hanya memberi stiker bodi (striping) dan nama Greddy. Andry lantas menyerahkannya ke rumah modifikasi Rosella Auto Design yang mempermanis bodi dengan mengandalkan body kit Ings +I

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/11/06122950/toyota.yaris.bertenaga.greddy

Yaris TRD buat Anak Muda dari Toyota











Taktik PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan Toyota Yaris TRD Sportivo limited edition guna mendukung penampilan kawula muda cukup jitu. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota di Indonesia ini ingin memberi sensasi balap saat berkendara di jalan raya kepada kalangan anak muda.

Guna memenuhi ambisi itu, TAM menggandeng Toyota Racing Development (TRD), rumah modifikasi yang dipercaya prinsipal Toyota di Jepang untuk memoles produk mereka, baik untuk kepentingan sport maupun penampilan sehari-hari. Nama TRD cukup kondang di dunia dan familier di kalangan anak muda Tanah Air. Selain itu, ada juga TOM`S, Kuwahara, dan Majolca yang pernah meramaikan kancah sport otomotif di Tanah Air.

Keterlibatan TRD pada program TAM ini hanya sebatas penyuplai perlengkapan, terutama eksterior, seperti bumper depan berikut spoiler. Kemudian bumper belakang berikut spoiler plus muffler, sayap atas di kaca belakang, emblem TRD Sportivo, serta side skird.

Dengan memakai komponen TRD itu, tampilan Yaris dari varian J itu jadi gagah. Bahkan, ground clearance-nya lebih pendek 4 sentimeter setelah sokbreker dan per standar diganti milik TRD. Tampilan Yaris TRD Sportivo akan lebih bagus jika pelek standar diganti dengan corak anak muda.

"Semua paket TRD ini dikenakan biaya sekitar Rp 20 juta," kata Achmad Rizal, Marketing Communication Manager PT TAM. Peminat perlengkapan TRD bisa membeli body kit saja atau sokbreker berikut pernya. Kalau mau membeli yang sudah jadi, saat ini harus bersabar lantaran 10 unit pertama sudah laku terjual.

Untuk merasakan sensasi balap, TAM mengajak para wartawan menjajal Yaris TRD Sportivo LE itu ke paving ground (trek tes) Bridgestone di Karawang, Jawa Barat, Rabu (23/7). Sebelum uji coba, pihak TAM mengumumkan hasil prestasi yang dicapai Team Toyota Indonesia di arena balap dan Slalom, yakni balapan terakhir bertingkat internasional AFOS di Sentul (20/7). Pembalap Haridarma yang tampil mengendarai Toyota Vios berhasil memenangi lomba di kelas Asian Touring Car Super 1.500 cc.

Sebelum membesut Yaris TRD, wartawan disodorkan Yaris standar untuk mengitari trek berjarak kurang dari 2 km itu. Kedua sedan itu bertransmisi manual. Kompas.com ikut menjajal, dan memang Yaris TRD Sportivo lebih stabil di tikungan, termasuk tingkat keolengan bodi lebih rendah.

Perubahan paling kentara ketika masuk lap kedua dengan mengambil jalur bergelombang dan kasar. Dengan kecepatan tertinggi 80 km per jam, laju sedan hatchback ini tetap stabil dan tidak bergeser. Begitu juga ayunan bodi tidak keras.

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/07/24/14160258/yaris.trd.buat.anak.muda.dari.toyota

Toyota Yaris Gabungan Racing Dan Elegant


JAKARTA, SENIN - Menggabungkan dua aliran, Racing Street dan Elegant dalam memodifikasi mobil sangat sulit. Bahkan ketika final Yaris Show Off di Citos (8/6) Jakarta Selatan lalu, pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) coba melombakan kedua aliran itu. Tak pelak, seorang wartawan dari majalah spesialis modifikasi menegaskan, tidak bisa kalau racing diadu dengan elegant.

Namun Kompas.com menemui ada satu Toyota Yaris bernomor 25 di pintu, modifikasinya bisa dinilai sebagai kombinasi Racing Street dan Elegant. "Angka 25 itu bukan nomor favorit atau tanggal lahir, tapi nomor absen di sekolah," jelas Maverick, pemilik mobil dari Bandung yang baru lulus SMA.

Dari Racing Street tampak dari penambahan komponen penghenti laju alias rem. Keempat rodanya sudah dilengkapi rem cakram. Lalu, keempat roda menggunakan pelek 19 dari Volk Racing. "Cuma ukurannya beda, depan 245 sedang belakang 275," terang mantan siswa SLA BPK I Penabur, Bandung.

Sekalipun konsep utamanya Racing, Marvick mengaku tidak banyak modifikasi dilakukan pada mesin. "Hanya penambahan turbo saja. Lagi kalau mesin dikorek, mau ngebut di mana," lanjut pemuda yang bingung mau melanjutkan study ke mana?

Bentuk racing lainnya, sepatbor depan yang dikembungkan dan dibuat celah angin pada bagian belakang (dekat pintu). Bentuk spoiler depan dan belakang tidak ekstrem, seperti yang terpasang pada salah satu aliran racing dari Cirebon.

Interior, tak banyak ubahan. Bagian-bagian tertentu, seperti center clustter dibentuk dengan desain serat karbon. Termasuk keempat panel pintu. Lalu pada dasbor di belakang kemudi dikasih tiga instrumen indikator.

Lantas di mana elegannya? Lihat sepatbor kiri dan kanan belakang, tidak menggelembung ekstrem. Juga tidak ada celah udara yang berfungsi sebagai pendingin rem. Menariknya, tutup bensin dibikin mengikuti kontur bodi yang sudah digembungkan.

Kemudian kedua spion luar dirancang bukan aliran racing, tapi custom. "Termasuk sistem penggerak, semua custom," timpal sang ibu. Urusan modifikasi, kata Maverick digarap bapaknya sendiri.

Pengunjung sedikit kecele mengenai kelir mobil yang tiga warna. Semua orang menebak pasti stiker. "Warna hitam, putih dan merah murni cat. Kecuali grafis dan angka menggunakan stiker," tutup Maverick

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/06/09/11561971/toyota.yaris.gabungan.racing.dan.elegant

Toyota Yaris Dilengkapi Kamera Militer

Dari tampilan bodi, Toyota Yaris 2006 milik Rizki Suharyadi tidak ada yang ektrem. Penambahan over fender pada keempat sepatbor dikarenakan pemakaian ban lebar paling menonjol dan menjadi elegan lantaran desainnya seolah menyatu dengan bibir spoiler depan dan diffuser serta side skirt.

Sayap belakang yang terletak di bagian atas plus ujung knalpot ganda yang berdempetan, tak cuma mengisyaratkan sebagai mobil bergaya sport. Lebih dari itu, tenaga yang digaarap REV Engineering sudah tak standar lagi.

Keistimewaan dari Yaris ini , tengok ke interiornya. Tepatnya di belakang setir, terdapat layar monitor mini untuk menayangkan video. Sedan hatchback ini dilengkapi kamera pencari suhu panas (Thermal Imaging Camera=TIC) yang biasa dipakai militer. Di sini dipilih merek Pathfendlr yang sudah dipakai di mobil produksi massal.

Boleh jadi, ini sebagai terobosan dalam modifikasi di tanah air. Jadi, kamera menangkap obyek yang bersuhu langsung menayangkan ke monitor dalam bentuk warna yang mencolok. Seperti manusia, hewan dan marka jalan. Sebaliknya, obyek yang 'dingin' hanya muncul warna hitam putih di monitor.

Asyiknya, pemasangan ini nggak perlu izin militer lantaran teknologinya yang untuk keperluan komersil sudah di down grade. Pemasangannya pun relatif gampang, tinggal disambungkan ke aki.

Selain TIC, modif unik lainnya indikator digital PLX ditanamkan di spion tengah. Rumah spion dibelah untuk memasukan LCD dan butuh ketrampilan khusus.

Terakhir, pemakaian lampu utama bawaan Toyota Wish dengan bantuan aplikasi projector Q45. Terlihat sederhana penggarapannya, namun butuh kecermatan. (Rudy)

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/17/10593781/toyota.yaris.dilengkapi.kamera.militer

New Toyota Yaris Sentuhan Putra Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi pasar otomotif di Tanah Air, yang belum menunjukkan kegairahan, tak menyurutkan niat PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk menjalankan program dan strateginya. Agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota di Indonesia, TAM meluncurkan New Yaris yang dilakukan di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (16/3).

Walau face lift, sedan hatchback yang disodorkan sebanyak 6 varian kelas (Tipe J, E, dan S, masing-masing tersedia manual dan matik) itu punya keistimewaan. Perubahan-perubahan pada eksterior serta interior ada berkat kontribusi para desainer TAM bersama dengan pemenang Toyota Design Contest 2008. Tak heran, New Yaris ini benar-benar dibidik untuk segmen anak muda yang groovy.

Perubahan itu tampak pada bumper depan dan belakang, gril radiator, lampu kabut, dan kombinasi lampu belakang. Bahkan, untuk tipe teratas, Yaris S, pada bumper depan dan belakang dikasih spoiler. Kemudian, pada interiornya, ada steering switch. Untuk detailnya bisa dilihat di rubrik "Produk Baru".

Mengenai mesin, Yaris masih tetap mempertahankan 1NZ-FE VVTi. "Mesin ini masih diandalkan karena memiliki performa yang bagus, lincah, dan gesit. Itu sudah dibuktikan di arena slalom test," ungkap Presdir PT TAM Johnny Darmawan.

Ketika ditanya soal target, "Untuk 2009 ini, kami targetkan sekitar 9.600 unit. Pasar Yaris tahun ini turun, setiap bulannya kami targetkan 500 sampai 800 unit," sebut Johnny. Ia sulit memprediksi berapa segemen pasar Yaris dan bakal banyak yang lari ke mobil-mobil dengan harga yang terjangkau dan irit BBM. "Yang pasti, kami berusaha tetap mempertahankan posisi kedua dalam segmennya," sebut Johnny.

Diluncurkannya Maret, Johnny menjelaskan tak ada kaitannya dengan memanfaatkan momentum pesta demokrasi. "Yaris ini global produk, dan setiap ada perubahan di dunia, Indonesia termasuk yang diperhitungkan. Dan soal taste, kita lebih baik dibanding beberapa negara, seperti Singapura," papar Johnny.

Mengenai harga, Joko Trisanyoto, selaku Direktur Pemasaran TAM, menyebutkan untuk tipe paling rendah, tipe J, dipatok Rp 174.300.000 (manual) dan Rp 184.550.000 (matik), tipe E Rp 190.850.000 (manual) dan Rp 191.150.000 (matik), tipe S Rp 191.150.000 (manual) dan Rp 207.450.000 (matik). "Semua harga itu on the road untuk wilayah Jakarta dan tidak akan ada kenaikan harga lagi di April," ucap Joko.

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/03/16/1732275/new.toyota.yaris.sentuhan.putra.indonesia

Beginilah Cara Toyota Mengatasi "Recall"

KOMPAS.com — Berita Toyota melakukan recall di Amerika Serikat menghebohkan dunia otomotif. Pasalnya, jumlah kendaraan yang harus menerima recall mencapai jutaan unit. Menurut Toyota, jumlahnya mencapai 2,3 juta unit.

Namun, dengan tindakan Toyota menunda beberapa produk barunya, efek berita tersebut bak balon yang terus ditiup. Terakhir, menurut CNN yang dikutip oleh banyak kantor berita dan media internasional, recall global Toyota bisa mencapai 5,3 juta unit. Kamis lalu diberitakan bahwa di China, Toyota juga menarik 75.500 SUV. Problemnya, pedal gas tidak bisa kembali ke posisi semula (stasioner).

Pedal gas "nyangkut"

Pedal gas atau akselerator tak banyak dilirik pemilik mobil karena harus membungkuk untuk melihatnya. Padahal, inilah bagian kendaraan yang paling sering disentuh selama mobil meluncur. Pedal gaslah yang menentukan mobil meluncur dengan cepat atau lambat.

Pada mobil masa kini, pedal gas tidak lagi menggunakan penghubung berupa kabel besar ke “throttle body” atau katup gas di mesin. Dengan sistem drive by wire (DBW), pedal dilengkapi kabel listrik biasa yang dihubungkan ke komputer mesin. Selanjutnya komputerlah yang mengatur atau mengontrol “throttle body” yang digerakkan melalui stepper motor.

Untuk memberi “rasa” kepada pengemudi saat menekan pedal gas plus agar gas bisa bergerak lebih rata ketika dibebaskan, maka mekanisme penggerak diberi penahan atau gesekan, mirip dengan kerja rem. Karena itu pula, ada yang menyebut bagian ini dengan istilah "sepatu gesek".

Nah, pada mobil yang ditarik Toyota, komponen penggesek atau yang menahan pedal gas justru dianggap sebagai sumber masalah. Pada bagian atau kondisi tersebut, penahan dan mekanisme pedal terlalu rapat. Akibatnya, pedal gas tidak bisa kembali ke posisi semula.

Kalau sudah begini, pengemudi harus menggunakan rem yang juga mengakibatkan rem cepat aus dan tentu saja makin membahayakan.

Dalam kampanye recall ini, Toyota juga memberi tahu tindakan darurat bila pedal gas menyangkut. Mereka menyarankan untuk menggunakan rem, tetapi tidak boleh dikocok. Pasalnya, vakum yang membantu kerja sedang tidak bekerja.

Berbagai faktor

Kesimpulan Toyota terhadap pedal menyangkut juga belum bisa dipastikan. Dugaan sementara, itu terjadi karena materi penahan, keausan, dan kondisi lingkungan. Hal ini bisa dimaklumi karena masalah terjadi setelah mobil digunakan beberapa lama dan tidak dalam kondisi masih baru.

Tindakan yang dilakukan Toyota saat ini adalah, setiap kendaraan yang ditarik, mekanisme pedal gasnya diganti. Pada pedal gas baru ditambahkan penguat dengan menggunakan potongan baja yang diselipkan antara mekanisme pedal gas dan penahan. Dengan cara ini, insinyur Toyota mengatakan bahwa gesekan dari penahan bisa dikurangi. Pedal gas pun bisa kembali ke posisi awalnya dengan lancar.

http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/02/02/1039071/beginilah.cara.toyota.mengatasi.recall.

Kamis, 11 Februari 2010

Yaris Smart Driving Goes to Lampung

sumber :
Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI)

Dear rekan-rekan TYCI,

Saya selaku Ketua Pelaksana Touring Lampung 2010( ketupelaktulam )
mengundang/mengajak rekan-rekan untuk ikut memeriahkan acara TYCI terheboh di
awal tahun ini, jadi bagi yang berminat pendaftaran resmi dibuka mulai saat ini.
Pendaftaran ini bertujuan untuk menghitung jumlah peserta yang akan mengikuti
acara ini, jadi panitia mengharapkan agar anda segera mendaftar dan membayar
seawal mungkin. Hal ini harap dimaklumi karena bertujuan agar panitia dapat
memperoleh jumlah kamar yang seakurat mungkin untuk membooking hotel yang akan
kita inapi.

Ringkasan Acaranya sebagai berikut di bawah ini:

Tema Acara : Yaris Smart Driving Goes to Lampung. (Konvoy menggunakan
SOP terbaru yang telah disesuaikan dengan peraturan lalu lintas yang berlaku)
Tanggal Keberangkatan : 26 Feb 2010 Pk: 06:00 WIB ( miting point dan berangkat
dari rest area Km 13 tol Jakarta-Merak, Peserta wajib hadir di meeting point Pk:
05:30 karena ada briefing SOP terlebih dahulu. peserta yang terlambat hadir akan
DITINGGAL dan tidak ada pengembalian uang pendaftaran)
Tanggal Pulang : 28 Feb 2010
Tempat Menginap : 1. Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung (****)
2. Krakatoa Nirwana Resort (www.krakatoa-nirwana.com
***)
Acara : Konvoy keliling kota BandarLampung, wisata kuliner,
wisata belanja oleh-oleh, berenang di pantai,games, BBQ, de es be

Pelunasan : Paling lambat Selasa 16 Feb 2010 Pk: 24:00 WIB
Peserta : Anggota TYCI beserta keluarga,sahabat,saudara dan lain
lain

Biaya kepesertaan per kepala (orang) Rp. 575.000,00. yang sudah termasuk ke
dalam biaya ini adalah :
- Penginapan selama 2malam
- makan 6(enam) kali
- Games
- DoorPrize
- Touring Gear (Stiker, Sewa HT, Spanduk, Nomor Lambung)
- BBQ

Yang TIDAK TERMASUK dalam biaya pendaftaran :
- Biaya Penyeberangan dengan kapal ferry (Rp.198.000,00 per mobil untuk 4 orang
satu kali jalan)
- Biaya Tol ( dihitung dari Km 13, Rp. 33.000,00 sekali jalan)
- Bensin
- Extra Bed
- Biaya pemesanan makanan & minuman di dalam hotel (diluar paket).
- Oleh-Oleh

Dikarenakan mahalnya biaya penyeberangan maka, Touring kali ini TIDAK DIHARAMKAN
untuk NEBENG.COM, jadi silahkan yang mau nebeng untuk mencari tebengannya.

Biaya untuk anak kecil dibawah 12 Tahun adalah gratis, bagi yang membawa anak
bukan anak kandung ( keponakan, anak tetangga, dll ) di bawah usia 12 tahun
dikenakan biaya 50% menjadi Rp.287.500,00 per anak.

SILAHKAN MENDAFTAR DISINI:
Jika ingin mendaftar, klik REPLY.
Lalu GANTI SUBJECT dengan judul DAFTAR TOURING LAMPUNG
COPY kemudian PASTE daftar peserta di bawah.
Tambahkan nama Anda di urutan akhir sesuai dengan group-nya.
Jangan lupa mencantumkan jumlah peserta D (dewasa) + A (anak) Contoh:
Nito + Aura Kasih dan 2 anak yatim ( 2D+2A ).
Biaya touring bisa di transfer ke rekening Bendahara merangkap Sekretaris
Panitia Touring :
Bank BCA A/C 095.247.0041 CABANG JUANDA BOGOR a.n Dragonito

Format transfer adalah biaya touring + 3 digit akhir nomor anggota
Anda.
Contoh : Rahadian Yap TYCI-004
Biaya yg harus di transfer adalah Rp 575.004,00 (3 digit terakhir adalah
nomor anggota) sampai tgl 16 February 2010 utk biaya kepesertaan.
Setelah transfer jangan lupa konfirmasi ulang by call/sms ke nomor telp
081-70056132 (Han) atau 081-11100023 (Nito)